Sekilas tentang Sendai

Sejarah kota

Secara historis, Sendai (仙台) atau kota yang berjuluk Mori no miyako, 杜の都 (tempat nan hijau) adalah kota di mana sekitar 400 tahun lalu, lebih tepatnya pada 1601, Date Masamune mendirikan istananya. Pada tahun 1889, Sendai resmi menjadi kota besar sejajar dengan kota-kota lainnya di Jepang dan berangsur-angsur menjadi lokasi menarik bagi hampir semua kegiatan, dari pemerintahan, militer sampai pendidikan.

[Date Masamune, maskot kota Sendai]

Setelah PD II, sejalan dengan restorasi kota Sendai akibat kerusakan saat perang (yang sebagian besar wilayah kotanya hancur akibat perang) dan seiring dengan pemulihan ekonomi Jepang pada umumnya, Sendai pun berubah menjadi pusat pemerintahan, pendidikan dan bisnis (pelayanan jasa) khususnya untuk wilayah Tohoku. Dan sejak tahun 1989 Sendai pun ditetapkan sebagai kota ke-11 bagi perencanaan khusus kota-kota kunci di Jepang. Meski demikian, sampai saat ini, dibandingkan dengan kota-kota utama di seluruh Jepang (Tokyo, Yokohama, Osaka, dan Nagoya), kota Sendai masih menduduki kota peringkat ke-12 berdasar jumlah penduduknya. (City Population, 2011).


Kondisi demografis dan geografis

Dengan wilayah seluas 788,08 km2 (hanya seluas 17,45 km2 pada tahun 1889) dan berpenduduk 1.045.903 jiwa (sensus 2010) Sendai memainkan peranan yang strategis di bagian utara Jepang. Ditinjau dari segi lokasi dan topografi, Sendai mempunyai keistimewaan dibanding dengan kota-kota lain di daerah Tohoku.

Sendai mempunyai suhu rata-rata sepanjang tahun 12,4oC, bulan dengan suhu tertinggi yaitu bulan agustus dengan suhu rata-rata 24,1. sementara itu bulan dengan suhu terendah yaitu Januari dengan suhu rata-rata 1,5. Hal ini akibat letak kota Sendai yang dikitari oleh pegunungan Ou (termasuk pegunungan Zao dan pegunungan Funagata) di sebelah barat dan dibatasi oleh Lautan Pasifik di sebelah timurnya. Panjang kota 45 km dari barat ke timur, dan 25 km dari utara ke selatan, dan dialiri oleh 3 sungai penting, yaitu sungai Hirose (広瀬川) di tengah, sungai Natori (名取川) di selatan, dan sungai Nanakita (七北川) di utara yang mengalir dari pegunungan Ou dan bermuara ke lautan Pasifik.


Tata kota

Kota Sendai, atau dalam bahasa Jepang disebut Sendai-shi, terdiri dari 5 “ku” atau distrik kota, yaitu Aoba-ku(青葉区), Miyagino-ku(宮城野区), Wakabayashi-ku (若林区), Taihaku-ku(太白区)、dan Izumi-ku(泉区).

[Daerah sekitar Stasiun Sendai]

Kota Sendai merupakan compact city yang terencana dengan baik. Pada awalnya kota dibangun berdasarkan perbedaan kelas penduduk. Kelas menengah tinggi dahulu terpusat di tempat yg sekarang menjadi Katahira Campus. Para pedagang dipusatkan di sepanjang jalan-jalan utama yang sekarang menjadi Kokubuncho, dan kelas menengah ke bawah ditempatkan di pinggir-pinggir kota. Kemudian kota berkembang dengan stasiun Sendai sebagai pusat kota, diikuti komplek perkantoran, komplek pendidikan, pemukiman penduduk kelas menengah-bawah, lalu diikuti oleh komplek pemukiman menengah atas di pinggiran kota (Izumo Town). Bagian tengah terdiri dari wilayah yang termasuk Aoba-ku, Miyagino-ku, dan Wakabayashi-ku, dengan titik utama keramaiannya ada di stasiun Sendai (Sendai Eki, 仙台駅) dan sekitarnya . Izumi-ku terletak di utara dengan pusatnya di Izumi Park Town serta Izumi Premium Outlet sebagai pusat perbelanjaan dan Taihaku-ku di selatan dengan pusatnya di Nagamachi tumbuh menjadi subpusat kota yang lain pula. Dari Izumi melewati pusat kota sampai Nagamachi inilah kereta bawah tanah Sendai terhubungkan. Beberapa jalan utama kota seperti Aoba-dori (青葉通り), Hirosedori (広瀬通り), Jouzenji-dori (定禅寺通り), dan Higashi Nibancho-dori (東二番町通り) dikenal sebagai jalan-jalan utama di distrik pusat bisnis (Central Business District, CBD) Sendai.