Panduan Berobat Di Jepang

Banyak minum air putih, berolahraga teratur, beristirahat yang cukup, memakan makanan dengan gizi seimbang adalah resep supaya tetap sehat. Meskipun tidak pernah lalai dalam menjalankan pesan orang tua tadi, tetap saja ada waktunya kita menjadi sakit. Nah, apabila sakitnya cukup parah sampai perlu petunjuk dokter saat berada di Jepang, perhatikan petunjuk-petunjuk yang disampaikan di sini.

Berbeda dengan di Indonesia yang terdapat cukup banyak general-purpose clinic dan medical center, di Jepang semuanya serba spesifik. Jangan sampai salah masuk klinik. Tidak jarang orang Indonesia yang sedang berobat, kebingungan pada saat dokter memberi petunjuk ke pasien untuk melanjutkan pemeriksaan ke tempat lain karena hal yang satu ini. Nah, di bawah ini adalah petunjuk untuk mahasiswa Tohoku University (berlaku pula untuk universitas lain dengan sedikit penyesuaian) saat membutuhkan pertolongan medis.

0. Kalau tidak yakin dengan bahasa Jepang Anda, sebaiknya bawa teman saja. Dokternya sih bisa bahasa Inggris juga (mungkin), but play safe kalau belum bisa berbicara lancar dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai salah diagnosis karena miskomunikasi.

1. Datangi Health Admission Center(保健管理センター) dan buat reservasi dengan dokter di bagian admistrasi. Pengobatan umum tersedia setiap hari kerja sedangkan untuk pengobatan yang bersifat spesifik(misal: masalah pernapasan, pencernaan, dll) hanya tersedia pada waktu-waktu tertentu. Bila tidak antrian memang akan segera diperiksa oleh dokter namun apabila full, setelah reservasi dibuat bagian administrasi akan menghubungi Anda waktu Anda mesti datang untuk diperiksa. Info lebih lanjut bisa dilihat di sini (halaman berbahasa Jepang) dan di sini (halaman berbahasa Inggris)
Catatan: jadwal di kedua halaman tersebut berbeda, sebaiknya ikuti jadwal di halaman yang berbahasa Jepang.

2. Bawa kartu mahasiswa, national insurance card, dan kartu berobat Tohoku University (kalau belum ada bisa dibuatkan di bagian admisnistrasi). Catatan: Jangan lupa untuk membawa dua kartu yang pertama!

3. Setelah diperiksa umumnya dokter akan merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut di tempat lain. Nah, di Health Center mereka memiliki banyak brosur (seperti informasi alamat rumah sakit) dan akan membantu memilihkan tempat pemeriksaan terdekat ke rumah Anda.

4. Kalau mau, dokter bisa membuat surat rujukan dokter. Perlu diminta tentunya.

5. Bayar. Sangat murah, tapi tidak sampai gratis. Hmm, mungkin bisa gratis untuk kasus tertentu namun penulis belum pernah mengalami hal ini.

6. Gunakan peta brosur, datangi rumah sakit/klinik yang diberitahu dokter. Catatan: Jangan lupa bawa national insurance card kecuali Anda mau tagihannya membengkak! Di sini lagi-lagi Anda mesti membuat kartu rumah sakit/klinik.

Dalam situs ini juga terdapat panduan berobat yang dibuat oleh SIRA (Sendai International Relations Association). Di link ini juga dapat dilihat daftar klinik yang bisa melayani pasien dengan bahasa Inggris. Silakan dibaca sebagai suplemen

Wartawan Suara PPIS: Sugianto Angkasa