Job hunting

Job hunting atau dalam bahasa Jepang disebut sebagai 就職活動 (syuushoku katsudou, disingkat 就活 syuukatsu), atau dalam bahasa Indonesia “Aktivitas Mencari Kerja”, di negeri sakura ini adalah suatu proses yang sangat unik. Apa yang membuatnya unik? Syuukatsu biasanya di Jepang dimulai 1,5 atau 2 tahun sebelum lulus universitas (mahasiswa S1 tahun ke-3 atau mahasiswa S2 tahun ke-1 atau mahasiswa S3 tahun ke-2). Apa saja yang mereka lakukan selama 2 tahun tersebut? Dan apa makna di balik 2 tahun tersebut? Berikut adalah hasil pengamatan penulis.

Menjadi “seorang pekerja” bagi orang jepang  memiliki makna yang sangat mendalam. Jika kita lihat bahasa jepangnya pekerja dalam huruf kanji adalah 社会人 (shakai jin). Shakai berarti “society” dan Jin berarti “orang”. Apa maksudnya? Maksudnya adalah, bekerja di sebuah perusahaan berarti kita mendapatkan gaji. Gaji berasal dari keuntungan perusahaan menjual produk/jasa ke masyarakat. Dengan kata lain, kita digaji oleh masyarakat. Oleh karena itu pekerja memiliki tanggung jawab kepada masyarakat.

Nah, masa 2 tahun inilah yang digunakan para pencari kerja sebagai persiapan menjadi seorang shakai jin yang baik. Sebagai contoh, jika Anda akan lulus September 2012 atau April 2013 berikut adalah yang sebaiknya dilakukan untuk syuukatsu:

April 2011:

Mulai ikut tes TOEIC (untuk ryuugakusei/mahasiswa asing, plus ikut daftar tes JLPT/BJT/dll), Daftar RikuNavi/ MyNavi/ NikkeiNavi/ SyuukatsuNavi/ TopCareer/dll

Mei 2011:

Menentukan tema riset, Menganalisis diri, Membeli Suits/Sepatu/Tas/dll

Juni 2011:

Mencari info-info dan daftar internship

Juli 2011:

Wawancara untuk internship

Agustus 2011:

Internship (magang)

September 2011:

Yasumi (libur)

Oktober~Desember 2011:

Mempersiapkan dokumen-dokumen (CV, Jiko PR, dll), Menginvestigasi berbagai perusahaan, Datang ke acara-acara Job Fair, PreEntry ke perusahaan-perusahaan yang diminati, Mengikuti seminar-seminar/kengaku yang khusus diadakan perusahaan (untuk ryuugakusei, ikut kelas syuukatsu yang disediakan universitas, jika ada)

Januari~Februari 2012:

Mengikuti Sinro Guidance yang diadakan fakultas, Mengikuti acara seminar/kengaku perusahaan-perusahaan, Submit Entry Sheet (Untuk mahasiswa yang mendaftar dengan Jiyuu Oubo)

Maret 2012:

Submit Entry Sheet (Utk students yg apply dgn Jiyuu Oubo), Mengikuti ujian Gakko Suisen (utk students yg apply dengan gakko suisen)

April 2012:

Mengikuti ujian Gakko Suisen (untuk mahasiswa yang mendaftar dengan gakko suisen), Wawancara / Ujian SPI / Ujian Group Disscusion / dll di perusahaan

Mei 2012:

Pengumuman penerimaan (naitei)

Juni 2012~Septtember 2012/April 2013:

Fokus riset di lab dan kampus untuk kelulusan.

Apa perbedaan自己PR (jiko PR) dan 自己紹介(jiko shokai)?

Sejujurnya sampai sekarang penulis tidak tahu apa kepanjangannya PR, tetapi kalau diperhatikan dari penggunaan kalimatnya, PR berarti to appeal, yaitu menunjukkan kelebihan diri yang menyokong daya jual kita kepada bidang HRD. Untuk jiko shokai, artinya adalah memperkenalkan diri. Bagi orang Indonesia, khususnya untuk penulis, kadang-kadang kita suka bingung dan bertanya-tanya “Yang namanya memperkenalkan diri itu apa saja yang harus disebutkan?” Di Jepang, yang namanya jiko shokai itu bukan sekedar menyebutkan “Nama saya Budi”, tapi lebih dari itu dia punya maksud untuk ingin dimengerti oleh lawan bicara. Sesuatu yang mudah tapi kadang kita lupa bahkan bikin kita jadi bingung.

Sebetulnya tidak ada aturan baku, tidak ada benar/salah dalam mengucapkan jiko shokai, tapi kata yoroshiku onegai shimasu di akhir perkenalan sepertinya wajib. Bagi penulis secara pribadi, selain menyebutkan nama, asal institusi, dan predikat (undergrad/master/dkk), saya suka menyebutkan  hobi dan kondisi keluarga. Dengan menyebutkan hobi akan ada bahan pembicaraan kalau ternyata hobinya sama atau unik. Di samping itu, si lawan bicara juga akan mengerti tentang kita. Misalnya hobi kita hiking, lawan bicara akan mengerti bahwa, “Wah orang ini suka tantangan dan aktif”. Kalau hobi kita main game dan baca buku di rumah, lawan bicara akan mengerti bahwa, “Wah orangnya pintar nih”. Kemudian tentang keluarga, ada unsur filosofisnya. Seperti kata pepatah, “Ayah kencing berdiri, anak kencing juga berdiri.” Artinya apa yang dilakukan Ayah sedikit banyak akan mempengaruhi si anak. Contohnya, saya bilang ayah saya pedagang. HR akan langsung dapat kesan “Orang ini dibesarkan oleh seorang pejuang yang bisa berwirausaha sendiri, dan pasti bakat memimpin dan dagangnya pasti menurun ke anaknya.

Selanjutnya, posisi/urutan anak keberapa dalam keluarga pun sangat penting terutama bagi HRD yang pernah menimba ilmu psikologi. Sebagai contoh, jika kamu adalah seorang anak pertama, sebagai kakak kamu akan sering mengalah dan mempersilakan adik-adiknya lebih dahulu. Atau jika kamu adalah anak terakhir, sebagai anak paling kecil kamu pastilah anak manja. Maaf cuma kesan-kesan negatif yang diingat, tapi tentunya banyak kesan positif dari masing-masing posisi anak.

学校推薦 (gakko suisen, rekomendasi) atau 自由応募 (jiyuu oubo, bebas)?

Ini pertanyaan wajar bagi kita orang Indonesia karena di Indonesia kita hanya mengenal satu jenis job hunting, yaitu jiyuu alias bebas; setelah lulus dan dapat ijazah, kita melamar ke banyak perusahaan dengan membawa nama sendiri. Kalau menggunakan jalur gakko suisen, kita tidak hanya membawa nama sendiri tapi juga nama sekolah. Uniknya di Jepang, kita tidak bisa memilih, “Ah gw mau pake jalur jiyuu aja” atau, “Ah gw mau pake jalur rekomendasi aja.” Contohnya, kita ingin mendaftar ke SONY, tapi ternyata SONY tidak menjalin kerja sama dengan universitas manapun di Jepang dalam hal penyediaan surat rekomendasi. Jadi, kalau tetap ingin daftar ke SONY, mau tidak mau harus menempuh jalur jiyuu. Contoh lain, kita ingin mendaftar ke Panasonic, tapi teryata Panasonic dan universitas Anda ada jalur gakko suisen. Jadi untuk bisa mendaftar ke Panasonic, kita harus berupaya mendapatkan gakko suisen jou (surat rekomendasi) dari fakultas yang jumlahnya terbatas untuk tiap perusahaan yang dituju.



Q&A

1. Boleh tidak kita daftar gakko suisen ke dua atau lebih perusahaan berbeda sekaligus?

Tidak boleh.

2. Misalnya saya daftar ke perusahaan melalui jalur gakko suisen, dan ternyata gagal. Boleh tidak saya ke perusahaan lain melalui jalur gakko suisen?

Boleh, selama gakko suisen ke perusahaan yang dituju masih tersedia di fakultas.

3. Boleh tidak kita ngambil jalur jiyuu dan jalur gakko suisen keduanya sekaligus? Misalnya daftar jiyuu ke SONY dan sekaligus daftar ke Panasonic menggunakan gakko suisen?

Sepengetahuan penulis, ada aturan yang melarang hal ini (tapi tergantung kebijakan universitas masing-masing). Kita sejak awal harus memilih antara jalur jiyuu atau jalur gakko suisen. Tapi pada kenyataannya banyak orang, nihonjin sekalipun, yang melakukan keduanya sekaligus. Jika hasil kedua-duanya lulus, kita harus memilih perusahaan yang kita daftar dengan jalur gakko karena saat kita mendaftar gakko suisen ke fakultas, kita disuruh tanda tangan kontrak yang isinya “Jika saya diterima di perusahaan A dengan menggunakan gakko suisen, saya pasti akan bekerja di perusahaan tersebut”.

4. Jumlah gakko suisen ke perusahaan A itu kan terbatas, lantas kalau jumlah peminat melebihi jumlah gakko suisen yang tersedia bagaimana?

Untuk mengatasi hal ini, tiap fakultas punya caranya masing-masing. Tapi secara umum ada dua cara yang biasanya dipakai, yaitu (1) Dengan mengadakan ujian tulis dan wawancara dalam kampus dan (2) Diskusi antara semua mahasiswa yang berminat perusahaan A dengan profesor di fakultas yang mengurusi bagian job hunting (就職担当).



Links

就職活動 job hunting
社会人になる物語
Susah menulis 自己PR atau 自己紹介?
Kenali 4 karakter dalam dorama http://www.dramacrazy.net/japanese-drama/propose-kyoudai/
Apa saja yang harus disiapkan untuk menghadapi wawancara?
Ikuti serial dream project berikut ini: link ke youtube
Ingin tahu bagaimana generasi muda Jepang mencari kerja (fiktif)?
Resapi makna job hunting di Jepang dalam dorama “Freeter ie o kau
Ingin tahu bagaimana Jepang bangkit di dunia ekonomi setelah Perang Dunia ke-2 (fiktif)?
Ikuti kisah seorang militer yang alih profesi menjadi seorang pebisnis dalam dorama “Fumo chitai

Penulis

M. Haris Mahyuddin, September 2011 telah lulus S2 dari Tohoku University, dan meneruskan kerja di Panasonic, Osaka.