FESTINA 2012: Japan, we are with you
Sekilas FESTINA 2012 Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 7 April 2012, pukul 18:00 – 21:30 JST, bertempat di Sendai Fukushi Plaza, PPI Sendai bekerja sama dengan...
Sesaat sebelum memasuki bulan puasa, PPIS kembali melakukan kegiatan masak-memasak (takidashi) untuk warga Jepang yang terkena dampak tsunami. Tempat takidashi kali ini adalah di Iwanuma Volunteer Center untuk menyalurkan dana dari Wahdah Islamiyah. Informasi tempat ini diperoleh dari Hiro-san yang pernah bersama-sama PPIS berkunjung ke Ayukawa di edisi takidashi sebelumnya. Iwanuma tidaklah terlalu jauh dari pusat Kota Sendai. Kami hanya perlu waktu 50 menit untuk mencapai tempat ini.
Jumlah makanan (nasi goreng lagi
yang dihidangkan adalah 300 porsi. Dari Jumat malam, tim masak yang dikomandani ketua PPIS, Ahmad Ridwan, bekerja keras memasak nasi goreng dan kelengkapannya (ayam + telur). Berikut ini adalah pembagian tim masak:
- Bumbu: Keluarga Pak Mukti.
- Menanak dan goreng nasi: Adam, Dipta, Riyan, Pak Ardi, dan Pak Arif.
- Telur dadar: Bu Fajar, Mbak Yuli, dan Mbak Intan.
- Tumis ayam: Keluarga Ahmad Ridwan dan Keluarga Aunuddin.
Sementara itu, tim yang berangkat di hari Sabtu terdiri dari dua mobil. Mobil pertama ditempati oleh Pak Eko, Kei Nishikawa, Adam, Amelia, Alfian, dan Mbak Intan. Mobil kedua ditempati oleh Mbak Deffi, Jimmie, Bu Fajar, dan Mbak Yuli. Kami sampai di Iwanuma sekitar jam 10:15 pagi dan langsung bergegas menyiapkan makanan dengan target pada jam 12 siang semuanya bisa dibagikan. Oya, selain menu makanan utama, pada takidashi ini kami juga menghidangkan es buah.
Ketika sudah masuk waktu makan siang, ternyata hanya sedikit penduduk Iwanuma yang datang ke volunteer center untuk mengambil makanan. Selidik punya selidik, kondisi Iwanuma memang lebih baik dibanding daerah lainnya yang terkena tsunami. Listrik, air, dan gas sudah lancar ke rumah penduduk. Untuk penduduk yang kehilangan rumahnya, pemerintah menyediakan rumah semipermanen yang bisa mereka tempati. Alhasil, mereka tidak lagi bergantung kepada volunteer center.
Untuk mengatasi jumlah porsi yang banyak agar bisa terbagikan, kami kemudian mendatangi rumah penduduk satu per satu.
Alhamdulillah akhirnya sekitar jam 3 sore semua makanan dan minuman bisa disalurkan kepada para penduduk. Melihat perkembangan di Iwanuma, tampaknya PPIS tidak perlu lagi mengadakan takidashi di tempat ini. Insya Allah selanjutnya kami akan kembali ke Ayukawa, Ishinomaki yang lebih memerlukan.
Anyway, perjalanan ke Iwanuma ini sangat menyenangkan karena kami bisa bertemu dengan banyak relawan dari berbagai organisasi dan bisa berbagi macam-macam cerita. Kesimpulan yang kami dapatkan dari cerita teman-teman di sana, dengan adanya takidashi seperti ini (terlebih yang diadakan oleh komunitas orang asing), warga Jepang tak hanya didukung dari segi materi, tetapi lebih pentingnya adalah dari segi psikis. Oya, tidak disangka pula pada hari itu ada kunjungan walikota Iwanuma yang sedang meninjau volunteer center. Lumayan ketemu pejabat, hehehe… Tapi omongan pejabat ternyata di manapun sama saja, membanggakan apa yang mereka lakukan untuk rakyat.
Bedanya, kalau dibandingkan dengan di Indonesia, pejabat di sini memberikan bukti kerja keras yang nyata hasilnya, bukan omong kosong.
No comments
Be the first one to leave a comment.