BuSet AHIRU Januari 2012
Alhamdulillah, BuSet AHIRU edisi ke-2 dapat diterbitkan pada 29 Januari 2012. Dengan mengusung tema “growing crystal”, buletin edisi kali ini diharapkan...
Pada hari Sabtu, 26 November 2011, pukul 13:00-17:00 waktu Sendai, PPIS menggelar pertemuan dwibulanan yang ketiga di masa kepengurusan 2011/2012. Tema pertemuan kali ini adalah diskusi seputar bagaimana warga PPIS dapat berkontribusi terhadap Indonesia yang lebih baik di masa depan.
Seperti biasa, salah satu bagian utama di setiap pertemuan PPIS adalah MAKAN-MAKAN! Masakan di pertemuan hari ini dibuat oleh tim masak yang dinakodai keluarga Pak Sabar dan Cep (chef) Riyan,
beranggotakan keluarga Pak Aam, keluarga Ikhtiar, Pak Ardi, Rifqi, dan William. Sajian sop sodara khas Makassar disertai ayam kecap yang maknyus benar-benar membuat warga PPIS lahap makan sampai bisa nambah berkali-kali.
Hidangan penutup berupa martabak manis tidak kalah habis disikat. Pengurus PPIS mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk tim masak yang telah bekerja keras dari malam sebelumnya untuk menyukseskan keberlangsungan acara ini.
Di pertemuan kali ini, alhamdulillah PPIS juga menerima oleh-oleh dari keluarga adik-adik penerima beasiswa PPIS berupa kue-kue kering khas indonesia. Oleh-oleh ini dibawa oleh sdri. Ajeng dari hasil kunjungannya bulan Oktober yang lalu. Sungguh luar biasa rupanya di tengah kesulitan pun adik-adik asuh PPIS bisa tetap berbagi bersama kita. Mudah-mudahan PPIS pun bisa tetap konsisten berbagi kepada mereka.
Masuk ke sesi materi, Pak Zahrul Fuadi, salah satu “sesepuh” PPI Sendai, memberikan presentasi yang luar biasa menarik bertemakan bagaimana peran warga PPIS untuk berkontribusi kepada Indonesia. Presentasi diawali dengan pertanyaan mendasar, siapa kita, dari mana kita, mau ke mana kita nanti. Beberapa kata kunci diberikan untuk memfokuskan permasalahan, seperti apa “fungsi/peran” kita dan bagaimana menghadapi “gesekan” dalam “interaksi” dengan lingkungan. Diskusi pun kemudian berjalan dengan berbagai tanggapan dari pendengar, di antaranya mengenai apakah kontribusi harus berarti kembali ke Indonesia? Lalu bagaimana pula berhadapan dengan gesekan yang mungkin timbul?
Sebagai salah satu kesimpulan dari diskusi ini adalah pentingnya sinergi antara yang bekerja di luar negeri dan yang bekerja di dalam negeri. Kontribusi dapat dilakukan sesuai dengan fungsi atau peran yang dapat dilakoni pribadi masing-masing. Jika memang akan lebih bisa berkontribusi terhadap indonesia ketika di luar negeri, lanjutkanlah. Tetapi jika memang akan bisa lebih berkontribusi ketika berada di indonesia, pulanglah. Ketahanan “material” (baca: individu personal) pun relatif antara satu material dengan material lainnya dalam menghadapi gesekan tertentu. Memang saat berada dalam proses “running in” cenderung akan mengalami gesekan yang lebih besar jika menginginkan hasil akhir Indonesia yang lebih “stabil” (gesekan rendah). Oleh karena itu, kita perlu selalu menguatkan diri untuk menghadapi gesekan yang besar dalam proses “running in” di sini.
So… satu kata saja buat pertemuan ini, RRRUUUUAARRR BIASA!!!
Makanannya dahsyat, pembicaranya mantap, topiknya nendang…
Sampai ketemu di pertemuan PPIS bulan Januari 2012 bertemakan temu ilmiah sekaligus peluncuran BuSet AHIRU edisi musim dingin.
がんばろうPPI Sendai!!!