BuSet AHIRU Januari 2012
Alhamdulillah, BuSet AHIRU edisi ke-2 dapat diterbitkan pada 29 Januari 2012. Dengan mengusung tema “growing crystal”, buletin edisi kali ini diharapkan...
Hari Rabu, 23 November 2011, adalah hari libur nasional di Jepang (Labour day). Tim sepakbola PPI Sendai (a.k.a. “Garuda Sendai”) berinisiatif mengikuti turnamen futsal 5 on 5 bertema “Internazionale Tohoku”, yang diikuti oleh 8 kelompok negara: Indonesia, Malaysia, Vietnam, Mesir, Afrika, Jepang, Korea, dan tim gabungan Korea-Jepang. Turnamen ini terdiri dari 3 babak: (1) partai pemanasan, (2) babak penyisihan grup, dan (3) sistem gugur.
Partai pemanasan dilakukan dengan tujuan memilih negara mana yang akan masuk grup A dan grup B. Grup A diisi oleh para pemenang dari partai pemanasan, sementara grup B diisi oleh para pecundang dari partai pemanasan. Selanjutnya, dalam babak penyisihan grup nantinya hasil akhir klasemen akan menentukan posisi mana lawan mana di sistem gugur. Dengan menjadi juara grup logikanya tentu akan menguntungkan karena bisa melawan tim yang “lemah” dari grup lain ketika masuk fase sistem gugur.
Anggota tim Garuda Sendai adalah sebagai berikut:
- spesialis kiper: Jimmy, Pak Abi
- spesialis bek: Hesky, Siddik, Rifqi
- spesialis playmaker: dr Arif
- spesialis sayap: Riyan, Ridwan
- spesialis penyerang: Hamzah, Ulya
[Bergaya dulu sebelum bertanding]
Di partai pemanasan, Indonesia bertanding melawan Malaysia. Sebagai kawan lawan bebuyutan, Adu gengsi tentunya dipertaruhkan di sini. Akan tetapi, satu hal yang mungkin tidak terpikirkan adalah lebih menguntungkan jika kita “mengalah” dan bergabung dengan grup B (pecundang) agar lawan-lawan yang dihadapi jadi lebih ringan sehingga peluang menjadi juara grup jauh lebih besar. Garuda Sendai akhirnya menyerah 0-2 dari Harimau Sendai dalam partai pemanasan ini. Tak apa, kami berpikir positif bahwa lawan yang dihadapi di babak penyisihan grup tentunya jadi lebih ringan. Benar saja, kami berhasil menghindar dari lawan-lawan berat seperti Afrika dan Mesir.
[Pemanasan dulu supaya tidak cedera]
Di babak penyisihan grup, Garuda Sendai bergabung bersama tim Jepang, Korea, dan Korea-Jepang. Dengan keringat mengucur deras dan darah mengalir, kami kemudian berusaha sekuat tenaga dan sepanjang napas untuk mempersembahkan kemenangan (lebay…
hehe…). Di pertandingan penyisihan grup ini hasilnya adalah sebagai berikut:
Indonesia vs Jepang 1-1
Pencetak gol Indonesia: dr Arif
Indonesia vs Korea-Jepang 2-2
Pencetak gol Indonesia: Ulya, dr Arif
Indonesia vs Korea 1-3
Pencetak gol Indonesia: Hamzah
[Potret perjuangan]
Dengan poin 2, kami berada di posisi ke-3, sedikit lebih baik di atas tim Jepang yang punya poin sama tapi memasukkan gol lebih sedikit. Sementara itu, posisi 1 dan 2 berturut-turut ditempati oleh Korea dan Korea-Jepang. Dengan hasil seperti ini, di fase sistem gugur kami harus menghadapi posisi ke-2 dari grup A (yaitu Vietnam), sedangkan Korea melawan posisi ke-3 dari grup A (Malaysia), Korea-Jepang melawan posisi ke-4 dari grup A (Mesir), dan Jepang melawan posisi ke-1 dari grup A (Afrika).
Memasuki fase sistem gugur, terjadi fenomena menarik. Jepang yang bertanding duluan melawan Afrika, tadinya kami kira akan kalah mudah mengingat Jepang bisa kami tahan 1-1 di babak grup, sedangkan Afrika dengan perkasa di babak penyisihan menggulung semua lawan-lawannya. Akan tetapi kenyataan berkata lain. Jepang berhasil menang telak 4-1 sehingga masuk ke babak semifinal menghadapi Malaysia (posisi ke-3 grup A) yang uniknya juga bisa mengalahkan Korea (juara grup B). Jepang yang tadinya diremahkan (karena sebelumnya berada di posisi buncit tim pecundang / grup B) secara mengejutkan kemudian lagi-lagi menghantam Malaysia dengan skor telak (lupa berapa ya).
Berbekal pengamatan terhadap Jepang yang bisa mengalahkan tim kuat Afrika, Garuda Sendai dengan percaya diri menghadapi Vietnam. Di babak pertama pertandingan berjalan imbang 0-0. Beberapa ancaman berhasil diciptakan tim Garuda Sendai, hanya sedikit serangan yang bisa diberikan tim Vietnam. Sayangnya di babak kedua, pengaruh stamina yang mulai kepayahan dan juga aroma Kappa Sushi yang semakin tercium, kami harus menyerah 0-2.
Vietnam pun maju ke semifinal dan berhadapan dengan Mesir, tetapi mereka tidak sanggup melewati hadangan para raksasa ini.
Babak final akhirnya mempertemukan Jepang dan Mesir. Karena kelelahan dan kelaparan tidak sabar ingin makan sushi, kami tidak sempat menonton lagi partai ini, tetapi beberapa saat kemudian informasi kami dapatkan bahwa Jepang menjadi juara dengan mengalahkan Mesir, sementara Vietnam berada di posisi ke-3 dan Malaysia di tempat ke-4. Satu pelajaran luar biasa kami dapatkan dari tim Jepang, semangat mereka yang pantang menyerah dan tidak kenal takut bisa mengantarkan mereka menjuarai turnamen ini. Walaupun di babak penyisihan grup mereka tampak lemah, tetapi mendadak rupanya ada energi besar yang belum mereka keluarkan sepenuhnya untuk menghantam semua lawan-lawan tangguh yang mereka hadapi.
Begitulah kiranya hasil yang kami dapat. Memang bukan hasil yang memuaskan, tetapi segi positifnya adalah tim futsal PPIS “Garuda Sendai” sudah lumayan bisa membentuk koordinasi yang cukup baik, penyerangnya tidak mandul lagi, dan peralatannya sudah lebih mencukupi (hanya demi acara ini beberapa personil membeli sepatu baru,
hehe…). Masing-masing orang juga sudah terlihat posisi terbaiknya di mana. Jadi mulai sekarang tinggal dipoles lebih baik lagi dan perlu banyak latihan. Mudah-mudahan di turnamen berikutnya kami bisa memperoleh hasil yang lebih baik lagi. SEMANGAT!
[Meski kalah, tetap semangat dengan sepatu baru
]
Otsukaresamadeshita!
Salam olahraga!
== Divisi Olahraga PPIS 2011/2012 ==