FESTINA 2012: Japan, we are with you
Sekilas FESTINA 2012 Alhamdulillah, pada hari Sabtu, 7 April 2012, pukul 18:00 – 21:30 JST, bertempat di Sendai Fukushi Plaza, PPI Sendai bekerja sama dengan...
Pada hari Minggu, 29 Mei 2011, PPIS mengikuti sebuah festival sosial yang diselenggarakan bagi korban tsunami di Kota Higashi-Matsushima. Festival ini bernama “Higashi Matsushima Fukko Matsuri” (Festival rekonstruksi Higashi-Matsushima). Kami bekerja sama dengan ICJ (Indonesian Community in Japan) dan para perawat yang tergabung dalam program EPA (Economic Partnership Agreement). Dalam festival tersebut kami mendapat sebuah stand dari total 44 stand yang disediakan.
Hari Minggu pagi kami (William, Pak Ardi, Mbak Widya, dan Pak Eko) berangkat dari Sendai sekitar jam 10:30, setelah persiapan segala macamnya yang dikomandani oleh keluarga Pak Atas, Pak Sabar, dan Ridwan. Di rumah Bu Atas sebelumnya berkoordinasi dulu dengan Bu Irene dari ICJ beserta keluarganya. Kami sampai di lokasi sekitar jam 12:30. Di sana suasana sudah ramai meskipun cuaca waktu itu gerimis mengundang. Selain ada 44 stand, juga ada panggung yang dipersiapkan di bagian pintu masuk.
Sesampai di sana kami bertemu dengan 3 orang perawat (Mbak Rita, Mbak Dwi, Mbak Dhini) dan Mas Ochan (orang Jepang) yang merupakan tutor mereka. Mas Ochan ini fasih sekali bahasa Indonesianya. Sugoi nee… Kami kemudian dipinjami satu kompor tambahan dari panitia, meskipun sudah membawa kompor sendiri. Namun wajan yang sekiranya akan digunakan untuk menghangatkan nasi goreng dan menggoreng krupuk ternyata cuma tersedia satu, hehe, miskomunikasi peralatan nih…
Tapi tak masalah, tak ada rotan, apapun jadi. Satu wajan digunakan bergantian, untuk menggoreng sebagian nasi dan setelah itu baru krupuk. Akibatnya, ada beberapa porsi di awal yang terbagikan tanpa krupuk.
Meskipun tim masak di Sendai sudah mengukur jumlah porsi sebelumnya untuk 100 orang, tetapi pada akhirnya ketika akan membungkus nasi goreng kami tidak terlalu peduli lagi dengan jumlah porsi, pokoknya asal semua bungkus terdistribusikan. Kami pikir ini tidak masalah karena dalam festival ini ada banyak stand dan para pengunjung bebas mau ke stand manapun untuk membeli makanan yang disukai. Eh, ternyata luar biasa tanggapan dari pengunjung, sekitar jam 12:30 buka stand, jam 14.00 sudah habis ludes tak bersisa. Senang juga banyak yang suka, malahan ada beberapa yang menanyakan, “Ada ayam goreng gak?” Aih… seperti Warung Simpang Lima saja jualan nasi goreng, ayam goreng, apa kapan-kapan kita buka stand pecel lele ya?
Hehe…

[Stand Indonesia di Fukko Matsuri]
Satu hal saja yang sempat jadi tanda tanya. Banyak pengunjung yang datang tanpa membawa kupon. Padahal seharusnya festival ini ditujukan bagi para korban tsunami yang membawa kupon. Akhirnya Bu Irene langsung saja mematok harga 50 perak per porsi bagi yang tidak membawa kupon, dengan catatan setiap orang maksimal beli 2 porsi (tapi sempat kecolongan, terjual 5 porsi sekaligus). Pertimbangan penetapan harga tersebut adalah stand-stand lainnya pun mematok harga segitu. Setelah selesai, uang itu kami berikan ke panitia. Yah, susah juga kalau memaksakan hanya yang berkupon saja yang dikasih, terlebih karena acara ini berupa matsuri, sebaiknya memang semua berkesempatan menikmati. Ya sudahlah, akhirnya nasi goreng buat dimakan juga kan…

[Pengunjung Fukko Matsuri, rupanya banyak lansia]
Acara matsuri ini sangat beragam isinya, ada banyak stand makanan, stand baju-baju, termasuk panggung hiburan rakyat, sampai mendatangkan Elmo and friends dari USJ, yang tampaknya menjadi bagian paling menarik bagi para pengunjung festival. Setelah selesai, kami mampir ke rumah Bu Dian Chiba, warga Indonesia yang tinggal di sana, dan menumpang makan siang (terima kasih Bu Dian).

[Kedua kalinya PPIS main ke rumah Bu Dian, kali ini menumpang makan :D]
Kunjungan ke Higashi-Matsushima ini diakhiri dengan jalan-jalan ke daerah Nobiru yang juga termasuk area studi riset salah satu anggota tim kami, Mbak Widya. Rupanya daerah ini habis tak bersisa…
Kami kemudian sampai di Sendai sekitar jam 8 malam. Otsukaresamadeshita!